SEPERTI KELUARGA CEMARA

 


“Harta yang paling berharga adalah keluarga” itu potongan lirik sebuah lagu, saya rasa kalian semua tau. Dan aku pun menyetujuinya, Hangat nya bersama keluarga mulai aku rasakan ketika PPKM tanggal 3 Juli itu diterapkan dan saat itu juga aku bersama keluarga plus ponakanku Hasan ikut pergi dari kota Makasar ke Probolinggo, di mana tempat nenekku tinggal. Iya saat itu kita pergi karena kakakku yang sudah hamil besar. Kurang dari dua minggu lagi ia melahirkan buah hati pertamanya. 

 

Awal awalnya untuk menerapkan PPKM saat awal Juni itu masih biasa kadang mencoba keluar di siang hari untuk menghirup udara segar, jajan jajanan yang ada di pinggir jalan, makan mie ayam. Tapi saat itu rasanya aneh, karenajalan raya yang biasanya ramai tapi saat itu sepi banget ya ada beberapa yang berlalu-lalang di jalan tapi hanya beberapa itupun mungkin mereka berkendara saat itu hanya memang ada keperluan mendesak sehingga mengharuskan iya entar keluar rumah. Dan rasa aneh pun itu mengharuskan aku juga benar benar harus tetap di rumah aja.

 

Merasakan hangatnya keluarga itu ketika benar benar bosan di rumah tapi ada yang membahagiakan ketika minum teh sembari ngobrol ringan dipagi hari, lalu makan siang bersama di satu meja dan saat sore siram tanaman, bermain sama ponakan, sekedar sepedahan keliling kompleks. Aku rasakan hangatnya keluarga itu benar benar terasa, sampai aku bilang dalam hati kecilku ‘aku sayang banget sama keluargaku’. Iya aktivitas dan kebersamaan itu cukup lama dan sangat berharga menurutku, karena hampir satu bulan full aku merasakan aktivitas membahagiakan itu, terlebih masakan nenekku emang udah nggak ada lawan, enak banget kalian harus coba sih kalau ada kesempatan ya hehehe.

 

Dan di akhir Juli aku dan keluarga harus pulang ke Makasar, dan ketika sudah berada di rumah aku ngerasa yang sama karna saudari-saudariku yang sudah beranak itu juga lagi ngumpul dirumah. Senang banget hampir 2 pekan suasana menyenangkan itu aku rasakan sendiri dan tiba hari dimana aku harus mengantarnya pulang ke rumahnya lumayan sedih, eh ngga sedih banget. Karna aku harus jadi anak tunggal lagi dirumah. 

 

Dan diperjalanan ke rumahku itu ada banyak rasa yang kurasakan dalam satu waktu, rasa penting berkeluarga, merawat satu sama lain, sabar menghadapi anak kecil, dll. Di perjalanan pulang itu juga tiba tiba ngerti sayangnya seorang ibu ke anaknya. Tapi gimana lagi aku harus pulang :). Ya begitulah ketika sudah tiba dirumah, suasana sepi ga ada anak kecilyang bisa di ajak main, ga ad yang ganggu lagi kalo aku ngegambar, dll. Love u all.

 

Waw apresiasi besar untuk kalian yang baca sampai sini ya, thank you sudah baca blog ini. 

 

Momen paling membahagiakan apa yang kalian rasakan saat bersama keluarga? Share pengalamanmu di kolom komentar yaw!

Komentar

  1. Momen paling bahagia itu ketika selesai sholat 'ied keluarga ngumpul terus kami bergantian untuk sungkem dengan Bapak, Ibu, Nenek, dll. Ah, rasanya luar biasa. Langka!! Alhamdulillah 'ala bini'mati

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

AGUSTUS SAAT INI SUDAH TIDAK BERWARNA