Pagiku yang Istimewa
Sepertinya aku perlu berterima kasih pada pandemi saat ini karena pandemi bikin aku, kesepian, mati kebosanan, dirumah aja, dam peraturan lainnya yang menyebabkan aku harus tetap dirumah. Masing-masing orang memiliki aktivitas paginya, ada yang tidur hingga matahari terbit, ada juga orang yang paginya sibuk scroll sosial media, bahkan ada yang ketika senin pagi ia ke lapangan untuk main badminton di saat orang-orang sibuk ke tempat kerjanya. Dan itu aku. :)
Spesial nan beruntung banget yang baca ini sampai habis. Yang baca ‘Pagi yang Ajaib’ mungkin mengerti aktivitas pagiku, dan kamu tau? Itu masih berlanjut sampe dengan hari ini. Alhamdulillah.
Termotivasi dari sebuah buku yang berbicara tentang kita harus bangun pagi, dari situ aku dapat banyak insight. Dan outputnya adalah 1 pekan terakhirku ini. Di pagi hari aku bisa mengoptimalkan kegiatanku sebagai seorang artist. Ternyata dari sebelum matahari terbit sampai jam 7 aku bisa banyak mengerjakan itu dengan sangat tenang, dan maksimal. Padahal kalau diliat di ‘to do list’ itu bisa capek duluan karna banyak.
Pagi yang aku anggap Istimewa itu adalah, tepat ketika mataku terbuka bisa mengucapkan rasa syukur karna bisa bangun lebih awal dari munculnya sang mentari dan sebuah harapan untuk kegiatanku hari ini bisa lancar. Kemudian cek sosial media hanya sekitar 5 menit lalu mengerjakan projek sembari menunggu waktu subuh. Ketika aktivitas spiritual telah di laksanakan di jam 5.30 gak ada salahnya untuk meregangkan syaraf yang ada di badan dengan gerakan sederhana. Setelah itu menyiapkan teh dan sepotong roti untuk dinikmati sambil membaca buku andalan yang tak kunjung selesai. Sangat Istimewa. Semoga bisa dijalankan seumur hidup.
Terima kasih yang sudah baca. Aktivitas pagi istimewa versi kalian bagaimana gaes?

Aktivitas pagi yg istimewa itu
BalasHapusminum teh + makan pisang goreng
Sayang sekali di sana ndak ada Sari Jahe untuk menemanimu mengawali hari yang produktif 😂
BalasHapusHjooh bro! Kayake perlu di kirimi yang anget anget.
Hapus